Masdik.com Portal Pendidikan

21 Februari: Hari Peduli Sampah Nasional

Alhamdulillah, Pemerintah telah mengingatkan tentang peristiwa luar biasa pada tanggal 21 Februari 2005. Temtamh apa? Peristiwa ini adalah terjadinya tragedi longsor tumpukan sampah yang menggunung sampai di TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Leuwi Gajah. Bukan hanya membukit, tapi menggunung. Satu lagi tragedi di negeri ini. Selain tragedi narkoba, ada tragedi korupsi. Sampah yang menggunng tersebut telah […]

Sedia Payung Sebelum Hujan

Oleh: Suparlan *) Inilah kelemahan fatal manajemen lingkungan hidup di negeri ini. Tragedi asap sudah terjadi. Penyelesaiannya masih dalam proses. Ternyata 52 perusahaan raksasa ada dibelakang tragedi tersebut. Enam perusahaan di antaranya adalah perusahaan asing. Proses hukum tentu akan menjadi bagian untuk menyelesaikan tragedi asap tersebut. Kita maklum jika pemadaman api dan pemecahan tragedi asap […]

Di Mana Kita dapat Membuat LSO (Lubang Sampah Organik)?

Oleh: Suparlan *) Kita tidak mewarisi bumi ini dari nenek moyang kita, kita meminjamnya dari anak-anak kita. (Peribahasa asli Amerika) Jika ada seorang penulis yang merasa gregetan melihat penumpang mobil yang telah membuang sampah plastik di jalan raya, maka saya pun jadi gregetan jika melihat sampah organik telah dibuang di mana-mana. Itulah sebabnya, saya telah […]

Biopori: Upaya Melindungi Bumi

Menjaga lingkungan sesungguhnya seperti menjaga kehidupan kita sendiri, karena lingkunganlah yang membuat kita nyaman dan bahagia (Ully Sigar Rusadhy) Ilmu itu dapat dikatakan baik apabila dapat diamalkan dan berguna bagi kesejahteraan masyarakat (John Dewey) Ketika musim kemarau tiba, kita kembali akan diingatkan dengan berbagai masalah. Masyarakat pada umumnya, masyarakat di daerah pedesaan pada khususnya, seakan […]

Lubang Sampah Organik (LSO): Apa dan Untuk Apa Itu?

Di sepanjang perjalanan saat berangkat kerja dari Depok ke Jakarta, melalui bundaran UI dan jalur hijau di sepanjang rel kereta api, penulis selalu membayangkan bagaimana upaya mengolah taman dan jalur hijau itu agar menjadi lebih bersih, rapi, dan bahkan mungkin lebih produktif. Lahan di jalur hijau di sepanjang perjalanan itu memang tampak kotor penuh dengan rumput liar dan sampah yang berserakan.

Dari Alam Kembali ke Alam

Setiap pagi berangkat ke kantor, saya selalu melalui bundaran UI di Kota Depok. Bundaran UI itu merupakan kawasan taman kota untuk kota Depok. Setiap kali melewati taman kota di bundaran UI itu, saya selalu memperhatikan tentang apa yang terjadi dengan taman kota itu. Beberapa petugas itu menyapu sampah daun yang berserakan di taman. Sama dengan beberapa petugas yang sedang menyapu jalan, mengumpulkan sampah yang berserakan di tepi jalan.

Trenggalek Nan Molek

Setidaknya pernah terlintas di benak penulis satu harapan besar agar Trenggalek menjadi lebih molek dibanding hari-hari kemarin. Adalah satu harapan yang sangat wajar. Harapan dari seorang anak desa. Juga dapat disebut sebuah impian dari seorang yang dilahirkan di sebuah desa terpencil, Desa Tawing, Kecamatan Munjungan. Kecamatan ini dahulu sering disebut Sumbreng, dengan teluknya yang indah, yakni teluk yang meliuk di pantai Selatan Pulau Jawa, dengan ombak besar yang bunyinya menggelegar.

Hujan dan Hutan

Musim penghujan sudah berjalan sekitar dua bulanan. Meski kelihatannya tidak sebesar tahun yang lalu, beberapa daerah sudah kebanjiran. Daerah Aceh, Sulawesi Selatan, dan sudah tentu termasuk Jakarta sudah mulai terkena banjir. Sudah tentu kita semua tetap harus waspada dan berjaga-jaga, karena bencana alam memang sering datang tiba-tiba.

Gerakan Nasional Biopori

Untuk memecahkan berbagai masalah dalam kehidupannya, manusia memerlukan inovasi. Tidak boleh tidak. Termasuk untuk memecahkan masalah perubahan iklim yang kini telah lama dirasakan dalam panggung sejarah umat manusia. Steve Jobs, seorang pendiri perusahaan Apple Computer, menyatakan bahwa inovasi membedakan antara pemimpin dan pengekor.

Musim Penghujan dan Banjir

Sore itu awan cumulonimbus bergelayut di langit. Cuaca gelap. Sebentar lagi mungkin hujan akan segera turun. Ternyata benar. Air hujan seperti dicurahkan dari langit. Petir berpendar-pendar di awan. Guntur bergemuruh memekakkan telinga. Angin berhembus kencang sekali mengoyang-goyang pepohonan. Malah di beberapa tempat pohon-pohon di tepi jalan telah bertumbangan. Air hujan mengalir deras ke jalanan. Dari jalanan ke parit sempit. Dari parit yang sempit menuju parit yang lebih lebar. Akhirnya semuanya menjadi air coklat yang mengalir ke sungai. Air sungai pun menjadi bah yang begitu deras meluap menerjang rumah-rumah di bantaran sungai.