Biopori: Upaya Melindungi Bumi

Menjaga lingkungan sesungguhnya seperti menjaga kehidupan kita sendiri, karena lingkunganlah yang membuat kita nyaman dan bahagia (Ully Sigar Rusadhy) Ilmu itu dapat dikatakan baik apabila dapat diamalkan dan berguna bagi kesejahteraan masyarakat (John Dewey) Ketika musim kemarau tiba, kita kembali akan diingatkan dengan berbagai masalah. Masyarakat pada umumnya, masyarakat di daerah pedesaan pada khususnya, seakan […]

Dari Alam Kembali ke Alam

Setiap pagi berangkat ke kantor, saya selalu melalui bundaran UI di Kota Depok. Bundaran UI itu merupakan kawasan taman kota untuk kota Depok. Setiap kali melewati taman kota di bundaran UI itu, saya selalu memperhatikan tentang apa yang terjadi dengan taman kota itu. Beberapa petugas itu menyapu sampah daun yang berserakan di taman. Sama dengan beberapa petugas yang sedang menyapu jalan, mengumpulkan sampah yang berserakan di tepi jalan.

Hujan dan Hutan

Musim penghujan sudah berjalan sekitar dua bulanan. Meski kelihatannya tidak sebesar tahun yang lalu, beberapa daerah sudah kebanjiran. Daerah Aceh, Sulawesi Selatan, dan sudah tentu termasuk Jakarta sudah mulai terkena banjir. Sudah tentu kita semua tetap harus waspada dan berjaga-jaga, karena bencana alam memang sering datang tiba-tiba.

Gerakan Nasional Biopori

Untuk memecahkan berbagai masalah dalam kehidupannya, manusia memerlukan inovasi. Tidak boleh tidak. Termasuk untuk memecahkan masalah perubahan iklim yang kini telah lama dirasakan dalam panggung sejarah umat manusia. Steve Jobs, seorang pendiri perusahaan Apple Computer, menyatakan bahwa inovasi membedakan antara pemimpin dan pengekor.

Musim Penghujan dan Banjir

Sore itu awan cumulonimbus bergelayut di langit. Cuaca gelap. Sebentar lagi mungkin hujan akan segera turun. Ternyata benar. Air hujan seperti dicurahkan dari langit. Petir berpendar-pendar di awan. Guntur bergemuruh memekakkan telinga. Angin berhembus kencang sekali mengoyang-goyang pepohonan. Malah di beberapa tempat pohon-pohon di tepi jalan telah bertumbangan. Air hujan mengalir deras ke jalanan. Dari jalanan ke parit sempit. Dari parit yang sempit menuju parit yang lebih lebar. Akhirnya semuanya menjadi air coklat yang mengalir ke sungai. Air sungai pun menjadi bah yang begitu deras meluap menerjang rumah-rumah di bantaran sungai.