Elegi Bulan Suci

Oleh: Suparlan *) 

Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa, sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa (QS 183)

Bismillahirrahmanirrahim,

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, lagi Maha Penyayang,

Kutulis elegi ini hanyalah untuk-Mu ya Illahi Robbi. Untuk-Mu yang tak pantas untuk dinomorduakan, karena Kau adalah Maha Esa dan Maha Kuasa. Kecintaan-Mu kepadaku dan kepada seluruh umat adalah bukti tak tertandingi. Atau akan menghitung sendiri dengan buti-bukti yang tak mungkin akan dapat menghitungnya? Meskipun kami dikaruniai kecerdasan seperti yang telah diberikan kepada Aljabar dengan kehebatan otak kirinya? Tak mungkin dan tak akan mungkin kita menghitungnya sendiri. Tanyakan saja kepada Aljabar. Bukankah itu tak mungkin akan menjawabnya?!

Katakanlah, betapa banyak oksigen yang kita hirup setiap detik dan setiap menit. Betapa banyak air yang kita minum melewati tenggorokan yang kering di hari-hari puasa Ramadan setiap berbuka puasa? Mulai Aku dilahirkan dari rahim bundaku sampai kini. Sampai usiaku tak semuda dulu.

Rambutku dulu yang hitam pekat dan lebat. Yang kini sudah mulai memutih, botak, dan rontok. Kulitku dulu yang halus dan kenyal kini sudah mulai keriput. Semua itu adalah sedikit indikasi yang dicitrakan oleh Dzat-Mu yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Kecintaan-Mu kepadaku dan umat-Nya tak pernah luntur, tak pernah berkurang sedikit pun sampai dengan ajalku dipanggil untuk menghadap-Mu ya Robbi.

Alhamdulillahirrabil alamin,

Segala puji bagi Allah, Tuhan Sekalian Alam,

Sekali lagi dan mohon sekali lagi, kusampaikan elegi ini hanyalah untuk-Mu. Elegi ini adalah kata-kata sanjungan hanya kepada-Mu. Elegi ini adalah puja dan puji syukur hanya kepada-Mu. Kepada-Mu sebagai penguasa sekalian Alam. Hanya karena rahman dan rahim-Mu jugalah elegi ini kutuliskan dan kuluahkan. Karena Engkau telah mengaruniai kemampuan sedikit menuliskan tentang apa yang aku bisa. Oleh karena itu, hanya kepada Allah SWT yang pastas disanjung dan dijunjung. Karena Allah SWT adalah maha pengasih lagi maha penyayang. Karena Allah adalah Tuhan seru sekalian alam.

Dengan akidahku yang insya Allah mengikuti jalan yang lurus. Kunukilkan beberapa baris elegi hanya kepada-Mu. Bukan dengan menduakan kepada yang lain, agar Aku menjadi orang yang bertakwa. La’alakum tatakun. Amin, yarobbal alamin.

Arrah manirrahim,

Yang maha pengasih, lagi maha penyayang,

Di bulan suci Ramadan yang berkah ini. Kutulis elegi ini untuk menyambut kedatangan-Mu.  Menyambut kehadiran-Mu. Dzat yang menjadikan bulan suci Ramadan sebagai bulan seribu bulan. Bulan yang dilipatgandakan semua pahala. Bukan yang dibukakan pintu-pintu surga dan ditutup pintu-pintu neraka. Bulan Al-Quran, bulan Ibadah, dan bulan bersabar. Dzat yang maha pengasih, lagi maha penyayang. Dzat yang maha pengasih dan tak pilih kasih.

Maliki yaumiddin,

Pemilik hari pembalasan,

Elegi ini adalah kata-kata sanjungan sepenuh jiwa untuk-Mu bulan suci Ramadan. Sanjungan kepada pemilik hari pembalasan.

Iyya kanakbudu waiyya kanastain,

Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan,

Kata-kata sanjungan ini kucapkan hanya untuk-Mu.  Kata-kata ini kucapkan hanya kepada-Mu, kepada peminta-pinta do’a. Ingat, meski di dunia menjadi syuhada, dan meski menjadi ahli shodaqoh, serta meskipun ahli ibadah, tapi tak pernah sekali pun mengucapkan do’a, maka merekalah yang akan dilemparkan ke kawah neraka. Karena itu, marilah kita berdo’a, marilah kita memohon pertolongan kepada-Nya.

Tunjukkan kami jalan yang lurus

(yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya, bukan (jalan) mereka yang sesat, Amin.

Sungguh banyak jalan yang ditawarkan untuk kita lalui. Jalan orang-orang kafir dan jalan orang-orang munafik menawarkan janji-janji palsu. Tapi jalan tauhid adalah jalan yang lurus. Tunjukkanlah kami jalan yang lurus, yakni jalan oran-orang yang telah Engkau ridhoi dan telah Engkau beri pertolongan, yakni bukan jalan mereka yang sesat. Amin, amin, amin ya robbal alamin.

*) Laman: www.suparlan.com; Surel: me@suparlan.com.

 

Depok, 12 Juni 2016

2 komentar

  1. Matilda
    Jul 21, 2016 @ 12:47:28

    Thank you! I agree, accepting support seems to be an issue a lot of us struggle with, although personally I only have good experiences with actually reaching out after all.If you want to air your fears with me, you are very welcome to send me an e-mail to . I’m an enuerpernetr too and I know it can be lonely and scary. Sometimes it helps just to share it with somebody? Sending lots of love and support!

    Reply

    • suparlan
      Jul 23, 2016 @ 03:57:52

      Are you scary toexpress your feelling. No,this is just an expession of my hart. Thanks.

      Reply

Komentar

Apabila Anda punya pertanyakan silakan kirimkan pertanyaan Anda ke http://masdik.com/pertanyaan/

*