Ucapan dan Ungkapan Indah Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan

Oleh Suparlan *)

Kalau jerami di dalam lesung, tukar dengan padi berisi. Meski tak dapat bertemu langsung, SMS dikirim pererat silaturahmi. Petikan kecapi mengiringi lagu, lagu dinyanyikan gadis perawan. Sempena Ramadhan yang di ambang pintu, salah silaf mohon maafkan
(Jadri Alie, HP 08138363****)

Menjelang pelaksanaan ibadah puasa Ramadhan pada tahun ini, saya telah memperoleh banyak sekali ucapan dan ungkapan indah untuk menyongsong datangnya bulan suci Ramadhan. Hal inhai sangatlah berbeda dengan tahun-tahun yang lalu, yang masih sepi dengan ucapan dan ungkapan yang seperti itu. Untuk bahan pelajaran bagi kita semua, semua ucapan dan ungkapan indah itu akan saya sebutkan semua dalam tulisan ini secara berurutan berdasarkan waktu pengirimannya.

Indahnya dunia hanya sementara, indahnya cinta seketika, tetapi indahnya persahabatan selalu abadi. Sambutlah Ramadhan dengan kesucian hati.  Ucapan ini  disampaikan melalui SMS dari seorang mahasiswa tempat saya mengajar. Biasanya, dia selalu menyampaikan SMS dalam Bahasa Inggris, sebagai bentuk nyata latihan berbahasa Inggris secara tertulis. Tetapi, khusus tentang ucapan menyongsong Ramadhan kali ini dia menyampaikan ucapan itu dalam Bahasa Indonesia.

Mengingat kata yang salah, hati yang berprasangka, janji yang terlupakan, sikap dan sifat yang menyakitkan, pada hari ini izinkanlah KAMI SEKELUARGA mengucapkan MARHABAN YA RAMADHAN, MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN, SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA TAHUN 1431 H.  Ucapan ini disampaikan via SMS dari seorang peserta diklat di Dinas Pendidikan Kabupaten Siak. Saya pernah diundang menjadi narasumber untuk menyampaikan makalah tentang materi perencanaan dan perencanaan strategis pada satuan pendidikan sekolah. Peserta inilah yang paling banyak mengajukan pertanyaan dalam acara diklat itu.

Mohon maaf dengan ikhlas atas salah, khilaf, dan janji yang terabaikan, baik dengan sengaja atau tidak. Semoga Ramadhan tahun ini lebih baik dan dapat meningkatkan takwa kita. Amin. Ungkapan sederhana ini disampaikan juga melalui SMS oleh seorang siswa di Sekolah Pendidikan Guru, yang tentu saja kini telah menjadi seorang guru di suatu sekolah.

Marhaban ya Ramadhan. Selamat menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1432 H. Mohon maaf lahir batin.  Mungkin inilah ucapan yang paling sederhana dibandingkan dengan ucapan dan ungkapan yang lain. Ungkapan ini disampaikan oleh seorang ketua Dewan Pendidikan di satu kabupaten/kota.

Ketenteraman jiwa ada pada zikir, kemuliaan sikap ada pada akhlak. Kehidupan ada rintangan. Jangan berputus asa, dan harus ada perjuangan dan ketulusan hati. Ada maaf semoga tersapu segala debu dalam kalbu. Itulah kehdupan. Mohon maaf lahir dan batin. Selamat menunaikan ibadah shaum. Ucapan ini sebagian sebagi doa dan harapannya, dan sebagaian lain sebagai nasihat. Ucapan ini disampaikan melalui SMS dari seorang Ketua Dewan Pendidikan di sebuah kabupaten/kota.

Marhaban yaa Ramadhan. Selamat menunaikan ibadah shaum Ramadhan 1431 H. Semoga Allah SWT memberikan kekuatan lahir dan batin, serta berkenan menerima ibadah kita. Amin, ya robbal alamin. Mohon maaf lahir dan batin. Ucapan ini disampaikan melalui SMS oleh seorang sahabat sesama konsultan. Tampak lebih formal dibandingkan dengan ucapan-ucapan yang sebelumnya.

Selamat datang di BANDARA Sya’ban menuju PENERBANGAN RAMADHAN AIR dengan nomor penerbangan 1431 H, yang akan terbang dengan ketinggian 29 – 30 hari di atas di atas permukaan haus dan lapar. Para penumpang diwajibkan memakai sabuk PUASA dan menegakkan kursi SHALAT. Dalam peberbangan ini saudaraku akan bebas dari asap DENDAM dan PERSELISIHAN. Saya sendiri atau sebaliknya saudaraku pilot dan saudaraku atau saya sebagai awak kabin yang bertugas mengucapkan MARHABAN YA RAMADHAN, mohon maaf lahir dan batin. Insyaallah kita dipertemukan dalam penerbangan RAMADHAN AIR berikutnya. Amin ya robbal alamin.  Ucapan ini adalah yang terpanjang di antara ucapan yang lain.Ungkapan ini juga unik bergaya kontemporer dengan menggunakan istilah dalam penerbangan pesawat udara oleh seorang Ketua Dewan Pendidikan dari daerah bagian Timur Indonesia.

Selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan, semoga Allah SWT selalu bersama kita, mohon maaf lahir dan batin. Ucapan ini kelihatannya merupakan ucapan yang terpendek dibandingkan dengan ucapan yang lain.

Menjelang Bulan Ramadhan 1431 H ini, kami sekeluarga mohon maaf atas segala salah dan khilaf. Selamat menunaikan ibadah shaum. Ucapan ini juga sederhana dan cukup pendek, disampaikan oleh seorang pejabat di P4TK Matematika Yogyakarta, di mana saya pensiun, setelah dua tahun bekerja di lembaga ini.

Besok kita puasa Ramadhan. Mohon maaf atas segala kekhilafan, semoga kita dapat melaksanakan puasa sebulan penuh. Amin. Ucapan ini juga sangat sederhana dan pendek.

Marhaban ya Ramadhan. Saya dan keluarga mohon maaf lahir dan batin apabila ada salah dan khilaf, baik disengaja atau tidak. Ucapan ini sekali lagi juga sangat sederhana dan pendek, serta merupakan ungkapan spontanitas dari pengirimnya.

Ya Allah, muliakanlah sahabatku ini, lapangkanlah hatinya, bahagiakanlah keluarganya, luaskanlah rezekinya, mudahkanlah segala urusannya, jauhkan dari segala penyakit, fitnah dan prasangka yang keji, serta terimalah amal ibadahnya, dan kelak jadikanlah ia sebagai penghuni surga-Mu. Amin. Ungkapan ini lebih merupakan do’a dari pengirim dari Indonesia bagian dari paling Timur Indonesia. Amin, ya robbal alamin.

Terselip khilaf dalam canda, tergores luka dalam tawa, terbelit pilu dalam tingkah, tersinggung rasa dalam bucara. Mari kita saling maaf memaafkan sebelum tiba bulan suci Ramadhan, semoga kita tetap SETIA dalam satu jembatan, satu do’a dan satu tujuan dalam menuju RIDHA ALLAH. Amin. Ungkapan ini mencoba menulisnya dalam bentuk puisi sederhana yang dikirmkan oleh Ketua Dewan Pendidikan di sebuah kabupaten/kota.

Kalau jerami di dalam lesung, tukar dengan padi berisi. Meski tak dapat bertemu langsung, SMS dikirim pererat silaturahmi. Petikan kecapi mengiringi lagu, lagu dinyanyikan gadis perawan. Sempena Ramadhan yang di ambang pintu, salah silaf mohon maafkan. Ungkapan ini adalah yang paling puitis, karena disampaikan dengan dua pantun yang manis dari seorang sahabat.

Mohon maaf alhir batin atas segala salah dan khilaf. Selamat menyambut datangnya Ramadhan. Ucapan ini termasuk yang paling singkat dan sederhana.

Marhaban yaa Ramadhan. Selamat menunaikan ibadah shaum Ramadhan 1431 H. Semoga Allah SWT memberikan kekuatan lahir bathin dan berkenan menerima ibadah kita. Amien ya robbal alamin. Ucapan ini disampaikan oleh seorang sahabat yang telah menerbitkan buku-buku saya di Yogyakarta.

Menyambut bulan suci Ramadhan yang Maha Agung, kami sekeluarga mohon maaf lahir dan bathin bila tersilaf kata dan ucapan di hari yang lampau. Madi kita tunaikan ibadah puasa dengan taqwa dan tawaqal. Marhaban ya Ramadhan. Ucapan sederhana ini dikirimkan melalui SMS dari seorang adik yang bertugas di luar Jawa.

Marhaban ya Ramadhan. Kita songsong datangnya bulan suci Ramadhan dengan tekad menambal amal dan ibadah. Amin. Ucapan sederhana ini dikirim oleh seorang kawan dosen di perguruan tinggi swasta.

8 (2X4) taraweh + witir. Insyaallah. Nah, ini ucapan untuk mengingatkan agar saya menjalankan ibadah taraweh. Ternyata ini yang paling pendek, karena menggunakan rumus Matematika dari seorang peserta pelatihan di Yogyakarta.

Sekapur sirih berulam pinang, siap tersaji sebagai hidangan. Bulan Ramadhan segera datang, khilaf kata dan salah berucap, mohon dimaafkan lahir dan batin. Selamat menunaikan ibadah puasa, semoga diterima Allah SWT. Ucapan ini adalah salah satu pantun yang dikirimkan kepada saya dari seorang kawan. Sungguh manis.

Menjelang bulan suci Ramadhan yang penuh berkah dan ampunan, kami sekeluarga mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa. Mohon maaf lahir dan batin atas segala kesalahan, kealpaan, dan kehilafan. Ucapan ini merupakan ungkapan kedua yang telah dikirmkan oleh seorang kawan dari Yogyakarta.

*) Website: www.suparlan.com; E-mail: me [at] suparlan [dot] com.

Depok, Ramadhan 1431 hari pertama.

2 komentar

  1. damsir
    Jul 08, 2013 @ 13:57:57

    yes………puasa sudah datang

    Reply

    • Suparlan Basir
      Jul 11, 2013 @ 06:32:33

      air tak selalu jernih, begitu juga ucapanku,
      salju tak selalu putih, begitu juga hatiku,
      langit tak selaku biru, begitu juga hidupku,
      jalan tak selalu lurus, begitu juga langkahku,
      jika maad itu bisa didapat hari ini,
      untuk apa menunggu esko?!
      sedang jantung kita pun tak selamanya berdetak,
      Marhaban yaaa Ramadan,
      Mohon maaf segala kesalahan,
      Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadan. Amin.

      Reply

Komentar

*