Kuliah Tertulis Ramadan Hari Keempat: Puasa dan Kesehatan

Oleh Suparlan *)

Setiap amal anak Adam adalah untuk anak Adam itu sendiri, kecuali puasa. Sesungguhnya puasa itu bagi-Ku, dan Aku membalasi puasa itu
(HR Bukhary)

Puasa itu melatih ”tidak” karena kehidupan sehari-hari kita adalah melampiaskan ”ya”. Sekurang-kurangnya mengendalikan ”ya”. Mental manusia lebih berpihak pada ”pelampiasan” dibanding ”pengendalian”
(Emha Ainun Najib)

Pada malam pertama shalat tarawih di Masjid Al Mujahiddin, seorang ustadz muda menjelaskan tentang dua hikmah utama yang dapat diperoleh  dalam ibadah puasa Ramadan, yakni pahala dan ampunan dari Allah yang melimpat. Tapi sesungguhnya, hikmah puasa Ramadan jauh lebih banyak lagi, bahkan bisa jadi ribuan hikmah yang dapat kita petik.

Dua hikmah yang dijelaskan ini hanyalah untuk mengawali ceramah sebelum shalat tarawih pertama bulan Ramadan ini, katanya. Hikmah-hikmah lainnya nanti pati akan dikupas dan dijelaskan oleh para ustadz yang akan memberikan ceramah dalam shalat-shalat tarawih berikutnya.

Dalam tulisan singkat ini, hanya akan dijelaskan tentang satu hikmah dalam bidang kesehatan. Mungkin ada orang yang akan menanyakan, ini kuliah agama atau kuliah tentang kesehatan. Maka jawabannya, ya dua-duanya. Karena semua aspek kehidupan manusia sebenarnya juga addin atau dalam bahasa sehari-hari kita sebut dengan agama. Dalam hal ini, kita sering mempersimpit pengertian agama dengan hal-hal yang terkait dengan peribadatan. Padahal sesungguhnya seluruh aspek kehidupan kita, mulai dari bangun tidur sampai mau tidur kembali itu diatur dalam agama.

Semua orang mengetahui tentang pentingnya kesehatan bagi kehidupan manusia, tetapi sudah melaksanakannya, dan bahkan ternyata paling susah untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya kesehatan kepada banyak orang. Kembali berlaku kata-kata mutiara ”to say is easy, to do is difficult, but to make understand is the most difficult”.

Betapa tingginya nilai kesehatan bagi manusia. Seorang yang tidak sehat, sudah tentu tidak akan dapat melaksanakan ibadah secara sempurna. Seorang yang tidak sehat, sudah tentu juga tidak akan dapat bekerja secara sempurna pula. Oleh karena itu, Nabi kita mengajarkan tentang pentingnya kita menjaga hidup sehat sebelum datang sakit. Orang tua-tua kita juga sering mengingatkan bahwa kesehatan itu mahal harganya. Kekayaan yang berhasil kita kumpulkan dengan kerja keras juga tidak banyak artinya jika kita dalam keadaan tidak sehat. Dalam ilmu kesehatan juga selalu ditegaskan bahwa menjaga kesehatan lebih penting dari mengobatinya. Poster ini dipasang di dinding-dinding rumah sakit dan tempat praktik dokter. Bahkan UNESCO juga mengingatkan bahwa kesehatan itu bukan hanya yang terkait dengan kesehatan fisikal, tetapi juga kesehatan mental. Kesehatan fisikal harus dalam keadaan prima untuk dapat melaksanakan tugas-tugas kemanusiaan yang berat. Demikian juga dengan kesehatan mental. Kesehatan fisikal dan kesehatan mental saling pengaruh mempengaruhi. Psikosomatis, sebagai contoh, merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh kondisi psikologis yang lemah. Puasa tidak hanya merupakan upaya untuk meningkatkan kesehatan fisikal, tetapi juga kesehatan mental.

Secara fisikal, puasa Ramadan dalam siklus kehidupan manusia dapat diibaratkan proses istirahatnya organ mesin pencernaan. Dalam menjalankan tugasnya, mesin pencernaan ini tidak boleh diforsir untuk melakukan tugasnya secara berlebihan. Penyakit yang diderita manusia pada umumnya berasal dari proses yang berlebihan dalam menggunakan mesin pencernaan ini. Sebenarnya Nabi Muhammad telah memberikan keteladanan tentang kiat-kiat hidup sehat. Pertama, makan dan minum yang halalan-toyyiban, yakni makanan yang halal dan baik untuk kesehatan, termasuk bukan harta milik anak yatim dan orang miskin. Kedua, makan-minum di kala lapar dan berhenti sebelum kenyang. Ketiga, makan-minum dengan tempo yang sedang, tidak terburu-buru, tidak tergesa-gesa atau dalam ilmu kesehatan dikenal dengan kunyahan 32 kali. Keempat, mengamalkan puasa sunah apalagi yang wajib. Kelima, cepat tidur dan cepat bangun, dalam arti jangan sia-siakan waktu, dan gunakan waktu secara optimal untuk beristirahat (tidur) dan cepat-cepatlah bangun untuk melaksanakan ibadah dan amal sholeh. Menurut pada pakar ilmu kesehatan, puasa yang baik dan benar sesungguhnya dapat menghilangkan 200 kalori setiap hari. Dengan demikian, maka amalan puasa sebenarnya merupakan satu sistem diet yang sempurna. Masalah kegemukan, kelebihan lemak dapat diseimbangkan melalui puasa. Secara mental, puasa merupakan upaya untuk melatih kualitas mental seseorang. Latihan mengahan lapar  dan dahaga, serta menahan hawa nafsu, merupakan bentuk latihan mental dan spiritual. Ketika seseorang mengajak berkelai kepadanya, maka seorang soimin (ahli puasa) akan mengakatan dengan santun ”maaf, saya sedang berpuasa”. Dengan demikian, salah satu hikmah puasa yang dapat kita petik dari amal ibadah puasa adalah menjadikan hidup kita sehat. Maka, berpuasalah (dengan baik dan benar), dan kamu akan sehat.

Mudah-mudahan amal puasa hari keempat kita ini dapat menjadi jalan menuju hidup yang sehat. Amin, ya robbal alamin.

*) Website: www.suparlan.com; E-mail: me [at] suparlan [dot] com.

Depok, 15 September 2007

Komentar

Apabila Anda punya pertanyakan silakan kirimkan pertanyaan Anda ke http://masdik.com/pertanyaan/

*