Komite Sekolah SD Negeri Cibeusi

Oleh Suparlan *)

Pendidikan seni yang hakiki mengantarkan anak didik pada kecintaan terhadap Tuhan dan membangkitkan harapan untuk bertemu Tuhan yang Maha Indah
(QS Yunus, 10: 7 – 8)

Seni pada hakikatnya adalah manifestasi keindahan Tuhan, dan pendidikan seni adalah pendidikan untuk mengenal keindahan Tuhan
(H.Ayi Sobarna, S. Ag)

Luar biasa!!!!!. Dua kata yang sangat tepat untuk menyebutnya. Itulah Komite Sekolah SDN Cibeusi. Telah mengukir prestasi dalam bidang seni. Telah meraih anugerah rekor MURI. Katergori SD Negeri yang memiliki lagu  tentang sekolah terbanyak. Berapa? Lima puluh empat lagu tentang sekolahnya. Dalam kurun waktu enam tahun, telah tercipta lima puluh empat lagu tentang sekolahnya. Dijamin ASLI DAN BUKAN DUPLIKASI. Sungguh luar biasa!!!!! SDN mana lagi di negeri ini yang mau mencobanya? Silahkan berusaha. Silahkan berlomba. Berlomba-lomba demi dan dalam kebajikan.

Tulisan ini sengaja digubah seperti madah. Ditulis dari dalam hati. Tentu dari mata yang membaca cerita dari bulletin Panutan edisi Selamat Datang Rekor MURI. Lalu menjadi sebuah ekspresi yang keluar dari hati nurani. Tulisan ini memang dirangkai seperti sebuah puisi. Sebuah rangkaian kata-kata penuh makna. Inilah penghargaan saya. Sebagai orang desa yang mencoba untuk menjadi perangkai kata. Mudah-mudahan ada manfaatnya bagi sesama. Insyaallah.

Sedikit Informasi Tentang Komite Sekolah

Soal nama. Di Jawa Barat memang dikenal Dewan Sekolah. Tidak mengapa. Karena Komite Sekolah adalah sebuah nama generik. Nama serupa tetapi satu jiwa. Wadah peran serta masyarakat untuk memajukan sekolah. Itulah DSCS. Dewan Sekolah SDN Cibeusi. Dadang Adnan Dahlan, B.Sc.F adalah ketuanya. Orang muda penuh karya. Iklas menjadi mitra sejajar kepala sekolah Ruhyana, S.Pd. Lagi-lagi, sungguh luar biasa!!!!!. Dukungan Komite Sekolah kepada sekolah telah melahirkan anugeran rekor MURI. Patut dikaji, patut dipelajari. Sinergi keluarga (home), sekolah (school), dan masyarakat (society) akan mampu menjadi tempat bermartabat untuk menemukan dan meningkatkan bakat, prestasi, dan sukses anak didik, bukan hanya di sekolah, tetapi dalam kehidupan [1]

Sedikit Tentang Musik

Tangisan bayi pertama ketika lahir di dunia adalah dapat dipandang sebagai sebuah musik pertama kehidupan. Tidak menangis? Ditepuklah dia. Inilah kehidupan nak, jelas sang bapak. Musik tanda kehidupan. Ketika ayah, ibu, kakek, atau nenek sedang menidurkan sang anak, maka mengalunlah lulllaby atau nyanyian sebelum tidur yang demikian merdu [2]. Tak lela, lela, lela, ledhung. Sebuah lagu pengantar tidur orang Jawa. Nina bobok, ohhh nina bobok. Adalah sebuah lagu pengantar tidur dalam Bahasa Indonesia. Pendek kata. Musik atau lagu adalah kehidupan. Musik bukan hanya mempengaruhi kecerdasan. Musik adalah kecerdasan itu sendiri. Howard Gardner menyebutkan delapan tipe kecerdasan manusia: (1) Spatial, (2) Language, (3) Interpersonal, (4) Music, (5) Naturalist, (6) Bodily Kinesthetics, (7) Intrapersonal, dan (8) Logic Mathematics. Akronim SLIM n BIL menjadi terkenal [3].

Lagu Sekolah

Mars SMP Trikora menjadi ”lagu kebangsaan” semua warga sekolah. Lagu itulah yang telah membuat jiwa menjadi membara. Bersemangat baja menggapai cita-cita mulia. Trikora nama SMP Munjungan. Pengukir watak budi nan mulia. Itu bait lagu yang telah mengukir jiwa penulis. Seorang anak desa yang alhamdulillah telah melanglang dunia. Dari Indonesia ke Amerika. Dari Eropa ke India. Dari Jepang, Korea, Cina, dan Australia. Mana bisa tanpa jiwa. Tanpa musik yang telah membakar jiwa?

Ketika menjadi kepala sekolah di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIK), maka digubahlah Mars dan Hymne Sekolah Indonesia Kuala Lumpur. Dalam dua versi bahasa. Dalam Bahasa Indonesia sudahlah pasti. Dalam Bahasa Inggris dan bahasa asing lainnya haruslah dipelajari. Kita hidup di desa bernama dunia. Lagu sekolah dinyanyikan di setiap macam acara. Tutup Tahun Pelajaran tentulah bisa. Acara hari besar nasional sudahlah pasti. Anak bangga di atas pentas. Anak percaya bisa. Mengalunkan nada dan irama pengukir jiwa. Cinta orangtua, saudar, dan sesama. Cinta sekolah, almamater. Cinta guru dan kepala sekolahnya. Cinta bangsa dan negara. Itulah lagu sekolah.

Lima puluh lagu sekolah. Sungguh luar biasa!!!!!. Dari Bahasa Sunda sampai Bahasa Indonesia. Cerita tentang guru sampai dengan mata pelajarannya. Cerita sampai taman air mancur yang asri sampai dengan kebersihan WC-nya. Cerita dari pilkada sampai dengan shalat berjamaah di mushalla. Cerita dari ruang perpustakaan sampai dengan ruang kesenian. Cerita dari pesta Agustusan sampai dengan Ramadhan. Apa lagi? Masih banyak.

Cerita cari upacara bendera sampai penuntasan wajib belajar pendidikan dasar sembilah tahun. Dan masih banyak yang lainnya. Atau tidak percaya? Silahkah berkunjung ke sana. Studi banding ke SD Negeri Cibeusi tercinta. Meski penulis sendiri belum sempat ke sana. Insyaallah dapat mendengar suara merdu penciptanya. Suara merdu para siswanya. Ouih!!

Refleksi

Sebenarnya masih banyak yang masih ingin penulis ekspresikan. Acara lokakarya Dewan Pendidikan di Wisma Bahtera sudah akan dimulai. Penulis menjadi salah seorang penyaji. Mudah-mudahan informasi ini dapat menjadi motivasi bagi pembaca.

*) Website: www.suparlan.com; E-mail: me [at] suparlan [dot] com.

Cipayung, 2 April 2008.

 ————————————————————

[1] Ir Renani Pantjastuti, M.Si, Drs. Agus Haryanto, M.Ed, Drs. Suparlan, M.Ed, Yudhistira, S.Sos, M.Si. 2008. Komite Sekolah, Sejarah dan Prospeknya Di Masa Depan. Yogyakarta: Penerbit Hikayat.

[2] Arthur S Nalan,.Nyanyian dan Kecerdasan (Sebuah Pengantar Apresiasi Pertunjukan. Bulletin Panutan.

[3] Suparlan. 2004. Mencerdaskan Kehidupan Bangsa. Yogyakarta: Penerbit Hikayat.

 

Komentar

*