Masdik.com Portal Pendidikan

Memburu Tanaman Obat: Korejat

Oleh Suparlan *)

Men sana in carpore sano
(Motto kesehatan)

Hidup sehat berawal dari pola hidup dan makanan sehat
(Motto kesehatan)

Ketika melihat saya sedang menulis buku tentang tanaman obat, seorang teman telah memberikan saran tentang satu tanaman obat, yang saya sendiri belum pernah mendengarnya nama tanaman itu. KOREJAT. Itulah namanya. Apa itu? Tanya saya dengan nada suara meninggi. Iya, itu dokter di dekat rumah saya mempunyai banyak tanaman itu. Untuk apa dokter memelihara tanaman obat? Apa dia dokter herbal? Nggak tahu saya, tetapi yang jelas dokter yang pasiennya banyak itu mempunyai tanaman itu di depan rumahnya. Nah, inilah percakapan singkat saya dengan seorang teman yang telah memperkenalkan kepada saya tentang tanaman obat yang bernama KOREJAT itu.

Tidak menunggu lama, saya pun membuka internet. Dengan pertolongan Mr. Google, saya pun memperoleh banyak informasi tentang tanaman obat ini. Bahkan, dalam http://happydesug.blogspot.com, pemilik laman ini telah memfisualkan tanaman obat ini dalam gambar-gambar yang sangat cantik. Terima kasih. Alhamdulillah. Inilah hasil jepretannya.

Malah di laman yang lain, yakni http://jepretanhape.wordpress.com, tanaman obat ini ternyata mempunyai nama yang lain, seperti orang Sunda menyebutnya dengan ki tolod, daun tolod, dan daun korejat. Orang Jawa memberi nama pohon kendali, atau sangkobak. Setelah mengetahui bentuk bunganya di website, saya pun mulai memburu tanaman obat ini. Setiap jalan kaki di tepi parit, saya pun mulai melihat-lihat apakah tanaman ini dapat saya temukan, karena konon tanaman ini tumbuh di pinggiran parit, atau tanah di sebelah rumah. Nah, ketika pada hari minggu saya ikut kerja bakti membersihkan parit, ternyata saya menemukan tanaman ini. Orang-orang satu RT pun ternyata juga masih banyak bertanya tentang tanaman obat yang satu ini. Saya jelaskan bahwa tanaman ini merupakan salah satu jenis tanaman obat yang kaya di bumi Indonesia ini. Namanya korejat, atau ki tolod, dan seterusnya.

Tidak hanya berhenti di situ. Orang satu RT ini pun menanyakan tentang khasiat tanaman obat ini. Saya pun menjelaskan mengapa namanya korejat. Dalam Bahasa Sunda, korejat artinya terkejut. Mengapa? Bunga korejat dapat untuk mengobat mata. Bunga korejat dimasukkan ke dalam air putih di dalam gelas. Air putih itu dapat digunakan untuk obat tetes mata kita. Ketika mata ditetesi air dari gelas ini, maka akan terkejutlah kita, karena rasanya perih sekali dalam beberapa menit. Setelah perihnya hilang, maka mata kita akan terasa bersih, dan dapat melihat dengan terang. Inilah salah satu resep yang dapat kita peroleh dari tanaman obat korejat.

Dalam laman yang lain, kita memperoleh resep lain, bahwa korejat juga dapat untuk menyembuhkan penyakit bronkhitis, sakit gigi, dan luka. Untuk menyembuhkan penyakit bronkhitis, tiga lembar daun segar korejat kita cuci bersih, lalu direbus dengan dua gelas air bersih sampai tersisa satu gelas. Setelah dingin, air rebusan tersebut kita saring, lalu diminum dua kali sehari, pagi dan sore. Tetapi awas, daun tanaman ini konon beracun. Oleh karena itu kita tidak boleh merebusnya lebih dari tiga lembar daun.

Untuk mengobati sakit gigi, dua lembar daun dicuci bersih, lalu ditumbuk sampai halus, dan kemudian kita letakkan pada lubang gigi yang sakit. Insyaallah, konon dapat sembuh. Selain itu, daun korejat juga dapat untuk mengobati luka. Caranya, daun segar secukupnya dicuci bersih, lalu ditumbuk sampai halus, lalu tempelkan pada luka, untuk kemudian balutlah dengan kain bersih. Gantilah dua kali sehari.

Inilah tanaman obat yang berhasil saya buru kali ini. Mulai diperkenalkan dengan namanya yang asing, sampai dengan membuka-buka internet untuk mencari informasi tentang tanaman ini, dan kemudian mulai memburunya di semak-semak di dekat rumah. Akhirnya, tanaman ini telah dapat saya tanam sendiri di dalam pot, yang kini sedang tumbuh, menemani tanaman obat lain yang sudah ada, seperti SAMBILOTO, KUMIS KUCING, BROTOWALI, dan yang lainnya. Bahkan, saya pun telah mencobanya untuk membersihkan mata saya. Saya pun juga terkejut, karena air putih dari gelas yang saya beri bunga korejat ini memang membuat perih mata saya dalam beberapa detik sampai menit. Namun, setelah itu, mata saya pun menjadi lebih terang kalau melihat.

Niat kuat saya untuk meneruskan menulis hasil perburuan tanaman obat ini akan saya teruskan.. Pengalaman pernah ”dicekoki” oleh nenek ketika hidup di desa telah memberikan kesan tersendiri bagi saya. Memang, manusia maunya yang praktis-praktis saja. Mencari tanaman obat yang sebenarnya telah disiapkan oleh Allah SWT dinilai tidak praktis, apalagi kita harus pula bisa meraciknya sendiri. Pada umumnya, kita memandang hal ini tidak praktis. Padahal, Nabi telah mengingatkan kepada kita bahwa ”Likulli daain dawaaun. Setiap penyakit pasti ada obatnya. Demikianlah Hadist Nabi Muhammad SAW telah memberikan petunjuk kepada umat-Nya. Apabila obat yang benar mengena penyakit, maka atas izin Allah yang Maha Agung lagi Maha Perkasa orang yang terkena penyakit tersebut insyaallah akan sembuh.

Untuk meneruskan proses penulisan buku tersebut, proses perburuan tanaman obat mesti harus dilakukan. Saya berharap mudah-mudahan proses perburuan tanaman obat dapat berjalan dengan lancar dan berhasil. Mudah-mudahan, hasil perburuan ini pun dapat saya tulis secara singkat untuk dimuat di laman saya www.suparlan.com untuk pembaca. Amin.

*) Website: www.suparlan.com; E-mail: me [at] suparlan [dot] com.

 

7 komentar

  1. moelyonolie
    Jun 16, 2017 @ 21:36:01

    dimana saya bisa beli bibit pohon ini dia di pinggir parit.

    Reply

    • suparlan
      Jun 16, 2017 @ 22:52:08

      Tanaman dapat ditemukan di pinggir parit. Coba buka internet anda dengan menemukannya. tulis korejat.

      Reply

    • suparlan
      Jun 16, 2017 @ 22:52:08

      Tanaman dapat ditemukan di pinggir parit. Coba buka internet anda dengan menemukannya. tulis korejat.

      Reply

  2. Solehanl
    Apr 06, 2016 @ 16:24:13

    Assam’ualikum, pa Suparlan .nh sy lehan sy selalu mengalamin gatel gatel pada dirinya sy terkadang ilang ada lg Mohan solusinya…telah

    Reply

  3. Aryo Bilaga
    Apr 24, 2015 @ 02:48:26

    سُــــبْحَانَ اللَّـهُ
    Terimakasih tambahan nya
    Dikeluarga saya kalau buat penyakit mata sudah biasa digunakan tapi buat yang lain nya baru tau

    Reply

  4. Suparlan Abdulbasir Salim
    Mar 09, 2015 @ 22:49:20

    Luar biasa. Banyak dari kita yang masih belum tahu. Termasuk misalnya tanaman sambiloto. Saya tidak atau jarang sekali minum obat, kecuali minum sambiloto, misalnya untuk sakit batuk, pilek, perut, dan bahkan luka kena pisau. Jangan menyimpan ilmu, tetapi sampaikanlah, karena ilmu yang bermanfaat itu pahalanya akan selalu mengikuti kita, walau kita sudah meninggal. Terima kasih banyak infonya.

    Reply

  5. Tjuntjun Suntono
    Mar 04, 2015 @ 14:34:35

    Bagi sy infrmsi ini cukup ‘klise’!.
    Secara empiris, cr ‘pengobatan’ tsb sdh mnjadi tradisi di klrg/kampung halaman kami, hasilya, TIDAK DIRAGUKAN lagi, 100% benar, shg bila di antara anggota klrg kami ada yg terkena ‘sakit mata merah’, kami TIDAK PERNAH pergi ke Dokter Mata, cukup dg terapi tsb, maksimal dua hari, langsung sembuh!

    Reply

Komentar

Apabila Anda punya pertanyakan silakan kirimkan pertanyaan Anda ke http://masdik.com/pertanyaan/

*